
Entah sejak kapan aku mulai mengidolakanmu. Aku begitu sangat terosebsi denganmu. Sangat, sangat, sangat, dan sangat. Kau begitu pas di hatiku. Entah dari gaya berpakaian, gaya rambut, atau pun gayamu berbicara.
Mungkin pertama kali aku mengetahuimu karena aku sangat menyukai anime Prince of tennis. Character favoritku di anime itu bernama Marui Bunta. Hingga suatu hari, aku pun mendownload tenimyu atau disebut prince of tennis musical. Disana aku begitu menyukai actor yang memerankan Marui Bunta. Setelah kucari-cari datanya baru kuketahui ternyata yang memerankannya adalah Kiriyama Renn. Perlahan-lahan aku mulai terus menyukaimu. Tidak, lebih tepatnya mengidolakanmu. Kucari semua data tentangmu. Dari tanggal lahir, golongan darah, serta film dan drama yang kau mainkan. Hingga blogmu pun kubuka. Aku mulai menyimpan semua gambarmu yang kau publish di blogmu. Terkadang aku mengartikan apa yang sedang kau ceritakan di blogmu itu.
Waktu pun terus berjalan. Lama kelamaan aku mulai mendownload semua film yang kau perankan. Tak peduli berapa besar memorinya, aku akan tetap mendownloadnya. Kuusahakan supaya aku bisa menjadi fans setiamu. Aku tak peduli apa kata orang. Tak peduli ada yang bilang wajahmu tua. Tak peduli ada yang bilang jelek. Sebab penilaian orang pastilah berbeda. Bagiku, wajahmu terlihat dewasa. Dan lumayan... ehm, tampan. Itu menurut penilaianku.
Ne, Renn-chan, hari saat ku menulis ini adalah hari dimana besok aku mulai meniggalkan dunia tentangmu. Karena besok aku harus masuk ke asrama. Asrama yang tidak memperbolehkanku untuk membawa handphone, berinternetan, ataupun semacamnya. Yang kulakukan disana hanyalah belajar. Mungkin setelah aku pulang nanti aku sudah banyak ketinggalan informasi tentangmu. Tidak, mungkin lebih parah dari itu. Mungkin nanti aku akan benar-benar melupakanmu. “Kiriyama Renn? Siapa dia?” Mungkin itu kata-kata yang akan keluar setelah aku keluar dari asrama.
Oke. Aku ikhlas. Karena ini semua kulakukan untuk belajar dan untuk masa depanku juga. Tapi entah kenapa, saat aku mengetik ini, air mataku ingin sekali mengalir. Renn-chan, bisakah kau menghapus air mataku ini? Siapa yang akan kuajak curhat nanti? Bagiku kau adalah teman khayalanku. Kau terasa seperti di hatiku. Makanya, kalau aku kesal, sedih atau marah aku tidak mau mengungkapkannya pada siapa-siapa. Cukup di dalam hati aku merenung, hatiku terasa sudah terhibur karena mengingatmu. Makanya, aku tidak akan menangis. Apakah disana aku akan menangis?
Mungkin kau tidak mengenalku. Tapi, aku benar-benar mengidolakanmu. Kau adalah idolaku yang benar-benar kusukai. Kapan aku akan bertemu denganmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar