Ini pertama kalinya aku nge-post blog disini. Senangnya~
Aku mau cerita deh tentang hal yang pernah aku bayangin di kepalaku. Waktu itu aku gak bisa tidur. Eh, malah bayangin yang aneh-aneh. Tapi aku yakin ini gak mungkin terjadi. Ya jelas dong. Gimana bisa terjadi coba. Ini nih yang kupikirin:
Cerita Gaje Tentang Kiriyama ama Masataka
“Perkenalkan semuanya, ini Kiriyama Renn yang akan memerankan Marui Bunta di Tenimyu,” ujar direktur tenimyu itu sambil memperkenalkan orang disampingnya. Semua anggota Rikkaimyu mengangguk tanda mengerti.
“Sudah ya, semuanya. Masih ada banyak hal yang harus saya kerjakan,” ujar direktur itu, “Renn, kau bisa berkenalan dengan teman-temanmu yang ada di sini,” Renn mengangguk. Direktur itu pun pergi.
Ternyata, Renn tidak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa beradaptasi dengan teman-temannya. Ia sudah mempunyai beberapa teman dekat seperi Bachon, Jutta, dan Ookawa.
Pagi hari saat anak-anak Tenimyu latihan untuk pertunjukkan First Service, Renn duduk di penggir ruangan untuk beristirahat sejenak. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya.
“Hai,” sapa orang itu. Renn tersenyum sebagai balasan. Orang itu memberikan sebuah botol berisi jus jeruk kepada Renn.
“Tidak usah. Terima kasih,” tolak Renn sopan.
“Terimalah,” paksa orang itu sambil menyodorkan botol jus jeruk tersebut. Renn pun mau tidak mau menerima minuman dari orang itu. Dibukanya tuh botol jus jeruk dan diminumnya beberapa teguk. Orang itu lalu duduk di sebelah Renn.
“Kalau tak salah…namamu Masataka, ya?” Tanya Renn. Orang itu mengangguk.
“Makasih ya minumannya,”
“Sama-sama,” Masataka tersenyum.
Beberapa hari pun berlalu. Hubungan Masataka dan Kiriyama pun semakin akrab. Terkadang saat latihan, Masataka membantu Renn dalam menghapal dialognya. Masataka juga sering kali memberikan makanan atau pun minuman saat mereka berdua sedang beristirahat.
“Makasih, ya. Sepertinya aku sering kali merepotkanmu,” ujar Renn saat mereka sedang beristirahat.
“Tidak papa,”
“Kenapa sih kamu baik banget ama aku?”
“Karena….” Masataka tak meneruskan kata-katanya.
“Karena? Karena apa?” Renn sedikit penasaran.
“Karena aku menyukaimu,”
“Hahh!?” Renn begitu terkejut mendengar perkataan Masataka.
“Renn-kun,” Masataka memegang kedua tangan Renn, “Maukah kau menjadi pacarku?”
************
Lebih baik ini saya akhiri sebelum saya sendiri merasa mual. Ini nyata loh. Tiba-tiba aja aku berpikiran begitu.
Masa : Heh, Mbak. Yang benar aja dong! Mosok gue nembak Renn-kun. Gue masih normal tauk!
Renn : Tauk nih! Gue kan bukan yaoi.
Kirin-chan :Maaf…maaf…Ini kan cuma pikiranku aja. Jangan dianggap serius dong!
Sudah ya semuanya. Maaf kalo gaje banget.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar